Konsultan Perizinan Terbaik di Indonesia Mengatasi Segala Perizinan yang Dibutuhkan Perusahaan Anda Hubungi Kami : Telp. 02186908595

WASIAT

Pengertian

Surat wasiat atau testamen adalah sebuah akta berisi pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya  terjadi setetah ia meninggal, yang dapat dicabut kembali olehnya

Dasar Hukum

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Buku II Pasal 874-1022.

Jenis Wasiat

Menurut Pasal. 931 KUH Perdata, surat wasiat ada tiga jenis, yaitu:akta olografis (ditulis tangan sendiri), akta umum, dan akta rahasia (akta tertutup).

Akta olografis merupakan akta yang dibuat dengan tulisan tangan sendiri oleh pewaris dan dititipkan kepada notaris dengan dihadiri oleh dua orang saksi.
Akta umum yaitu akta yang dibuat oleh notaris dengan dihadiri oleh dua orang saksi.
Akta rahasia yaitu akta yang dibuat sendiri oleh pewaris dan dimasukkan ke datam sampul tertutup serta disegel untuk kemudian dititipkan kepada notaris dengan disaksikan oleh empat orang. Setelah pemberi warisan meninggal dunia, akta rahasia tersebut harus disampaikan kepada Balai Harta Peninggalan di mana warisan tersebut dibuka.

 

Syarat Administrasi

Surat kematian yang dikeluarkan Kantor Catatan Sipil.
Dokumen pendukung yang relevan seperti fotokopi akta kelahiran dan fotokopi KTP.
Menyiapkan biaya untuk pembuatan surat wasiat.

 

Prosedur

Permohonan surat wasiat diajukan oleh orang per orang atau notaris kepada Menteri Hukum dan HAM c.q. Dirjen Administrasi Hukum.
Pembagian harta yang diwasiatkan diatur dalam KUH Perdata. Dalam KUH Perdata diatur bagian mutlak yang tidak dapat dikurangi dari para ahli waris dalam garis lurus ke atas dan ke bawah yang disebut legitime portie. Jadi legitime portie adalah suatu bagian dari harta peninggalan atau warisan yang harus diberikan kepada ahli waris dalam garis lurus baik ke atas maupun ke bawah.
Besarnya Legitime portie ditetapkan sebagai berikut:
 
Jika pewaris hanya meninggalkan satu orang anak,Legitime portie yang tidak dapat dikurangi adalah setengah dari harta peninggalan.
Jika pewaris meninggalkan dua orang ahli waris dalam garis lurus ke bawah, legitime portie yang tidak dapat dikurangi adalah masing-masing sebesar dua pertiga dari harta peninggalan seandainya tidak ada wasiat.
Jika pewaris meninggalkan tiga orang ahli waris atau lebih, legitime portie yang tidak dapat dikurangi adalah masing-masing sebesar tiga perempat dari harta peninggalan seandainya tidak ada wasiat.
Jika pewaris meninggatkan ahli waris dalam garis lurus ke atas yaitu orang tua, kakek, nenek, maka legitime portie yang tidak dapat dikurangi adalah setengah dari harta peninggatan.
Jika pewaris meninggalkan seorang anak luar kawin yang telah diakui, legitime portie yang tidak dapat dikurangi adalah setengah dari bagian warisan yang menurut undang-undang sedianya harus diperolehnya.
Jika pewaris tidak mempunyai saudara sedarah dalam garis lurus ke atas dan ke bawah dan tidak ada anak diluar kawin, maka hibah-hibah atau hibah wasiat dapat meliputi seluruh harta peninggalan.

 

 

Copyright © 2019 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno