Konsultan Perizinan Terbaik di Indonesia Mengatasi Segala Perizinan yang Dibutuhkan Perusahaan Anda Hubungi Kami : Telp. 02186908595

Persyaratan-persyaratan Permohonan SLF

image

Persyaratan-persyaratan Permohonan SLF

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan   persyaratan  hukum yang wajib dimiliki sebelum gedung difungsikan atau dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, Sertifikat dimaksud diberikan  kepada bangunan  gedung yang telah  selesai dibangun  dan memenuhi   persyaratan keandalan  bangunan  gedung (sebaiknya SLF diurus ketika pembangunan gedung mencapai 80% selambatnya hampir selesai).
Pemanfaatan  bangunan  gedung sesuai fungsinya, merupakan kewajiban bagi  pemilik  atau pengguna  gedung guna tercapainya tertib   administratif   serta teknis  untuk  menjamin  kelaikan fungsi  bangunan  gedung tanpa menimbulkan   dampak  material/ penting  terhadap penghuni dan lingkungan sekitar.
Pemilik   bangunan  gedung wajib  melakukan  pemeliharaan secara berkala,   agar kondisi  bangunan  gedung tetap  memenuhi kelaikan fungsinya.
Dalam proses pegurusan SLF, terdapat tahapan survey yang dilakukan oleh PEMDA guna melakukan pemeriksaan  kelaikan fungsi  bangunan  gedung  berdasarkan  kesesuaian  IMB yang telah diberikan, dengan lingkup meliputi :
1. Kesesuaian fungsi
2. Persyaratan  tata  bangunan
3. Keselamatan
4. Kesehatan
5. Kenyamanan
6. Kemudahan

SLF  dapat diberikan untuk  :

1.    Bangunan  gedung fungsi  rumah  tinggal  sederhana  tunggal  dengan  masa berlaku  tidak dibatasi
2.    Bangunan  gedung fungsi  rumah  tinggal  tunggal  dengan  2 lantai  atau  lebih dengan masa berlaku   20 tahun
3.    Bangunan  gendung  selain fungsi  rumah  tinggal  dengan  masa berlaku  5 tahun.

 

PERSYARATAN SLF PERTAMA:

1.   Surat Permohoanan  SLF
2.   Fotocopy   KTP  Pemohon
3.   Fotocopy   NPWP Pemohon
4.   Fotocopy  bukti  kepemilikan  tanah yang telah di  legalisir oleh Notaris.
5.   Fotocopy  SIPPT yang terbit  tahun  2008 dan setelahnya
6.   Fotocopy  Izin Bangunan  yang dimiliki (IMB, IPB, dan/atau   KBM),
7.   Gambar  Arsitek  Lampiran  IMB.
8.   Peta  rencana  kota & RTLB,  yang menjadi  lampiran   IMB.
9.   Surat pernyataan  telah  membuat  SRAH/Kolam  Resapan.
10. Foto SRAH/Kolam  Resapan.
11. Foto tampak  bangunan  minimal   3 sisi, sesuai  keadaan lapangan   sekarang
12. Laporan Direksi  Pengawas (DIRWAS),  oleh pengawas  yang memegang  IPTB (lzin Pelaku Teknis Bangunan),
13.  Legalisir   fotocopy   IPTB bidang  Arsitektur,    Struktur, Instalasi.
14. Surat pernyataan  koordinator   Direksi  Pengawas.
15. Gambar  (As  Built  Drawing)  Arsitektur   hasil  pelaksanaan   bangunan  yang telah   disahkan sesuai dengan  lapangan,  beserta  CD berisikan  file format   CAD.
16. Gambar  (AS Built  Drawing)  Struktur hasil pelaksanaan   bangunan  yang  telah   disahkan sesuai dengan   lapangan.
17. Gambar  (AS Buit  Drawing)  Instalasi  hasil pelaksanaan  bangunan  yang telah   disahkan sesuai dengan lapangan.

18. Rekomendasi  instalasi/unit   terkait  yang masih berlaku  untuk:
- Kebakaran
- Penggunaan  pesawat  angkat/ angkut    (Lift ,  Eskalator, dll).
- Penggunaan  Motor  Diesel.
- Penggunaan  Instalasi  Listrik.
- Pengunaan  Instalasi  Penyalur  Petir.
19. Surat Kesanggupan  Pembayaraan  Retribusi,   apabila  diperlukan.

Persyaratan  perpanjangan SLF :

1.   Surat Permohonan  SLF.
2.   Fotocopy  KTP  Pemohon beserta NPWP.
3.   Fotocopy  bukti  kepemilihan   tanah  yang dilegalisir  notaris
4.   Fotocopy  SIPPT yang terbit  tahun  2008 dan setelahnya,  untuk  lahan lebih dari 5000 m2
5.   Fotocopy  Izin Bangunan  terdahulu   (IMB, IPB, dan/atau   KMB).
6.   Gambar  Arsitek  lampiran  IMB dan IPB/KMB terakhir.
7.   Peta Rencana Kota & RTLB,  yg menjadi  lampiran  IMB.
8.   Surat pernyatan  telah  membuat  SRAH/Kolam  Respan.
9.   Foto SRAH/ Kolam  Resapan.
10. Foto Tampak  bangunan  minimal  3 sisi, sesuai keadaan lapangan  sekarang.
11. Laporang  Pengkaji Teknis, oleh  penggaji yang memegang  IPTB (lzin Pelaku Teknis Bangunan).
12. Legalisir fotocopy   IPTB bidang Arsitektur,   Strukrur,  lnstalasi.
13. Surat pernyatan  Koordinator   Pengkaji Teknis.
14. Gambar  (As Built  Drawing)   Arsitektur   hasil pelaksanaan  bangunan  yang telah disahkan  sesuai dengan  lapangan,  beserta  CD berisikan  File format   CAD.
15. Gambr  (As Built  Drawing)   Struktur  hasil pelaksaan  bangunan  yang telah  disahkan sesuai dengan lapangan.
16. Gambar  (As Built  Drawing)   lnstalasi  hasil pelaksanaan  sesuai dengan  lapangan.
17. Rekomendasi  Instalsi/ unit   terkait  yang masih berlaku  untuk:
- Kebakaran
- Penggunaan  Pesawat Angkat/ Angkut  (LIFT, Eeskalator,  dll).
- Penggunaan  Motor  Diesel.
- Penggunaan  lnstalasi  Listrik.
- penggunaan  lnstalasi  Penyalur  Petir.
18. Surat Kesanggupan  pembayaran  retribusi,  apabila  diperlukan.

Wed, 20 Sep 2017 @16:09

Copyright © 2017 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno